Sabtu, 12 November 2011

I Loved You More Than You Know...

 “Mungkin inilah yang terbaik untuk kita berdua….”
Entah mengapa, kata-kata ini…terlontar begitu saja dari mulut mungilku.. namun, inilah yang ku inginkan. Lebih baik aku menyudahi ini semua daripada aku yang terus tersakiti.
“Kau yakin ? Kita sudah menjalin hubungan ini selama tiga bulan dan beberapa hari lagi mencapai empat bulan, Ranee. Apakah kau benar-benar yakin dengan keputusanmu ini ?”
“Yaa. Aku yakin. Aku yakin sekali, Ravan. Keputusanku sudah bulat”
aku memalingkan wajahku darinya. Yaa, darinya. Ravan, tepatnya Ravan Julius Smith. Ialah yang sudah membuatku seperti ini, membuatku menyembabkan mataku sendiri. Tanpa terasa, sesuatu mengalir membasahi pipiku. Ya, aku menangis.
“Tapi..tapi apa alasanmu mengambil keputusan ini. Padahal kau tau kan, aku mencintaimu, Ranee”
“Mungkin hal ini sepele bagimu..namun tidak untukku, “ aku mengambil nafas sejenak disela-sela tangisan dan omonganku. “Kumohon, ini demi kebaikan kita juga.” Tetap kupalingkan wajahku dari tatapannya. Tatapan seseorang yang sangat kucintai…Ravan.
“Ranee..tatap aku..ku mohon tatap aku”
Diangkatnya daguku dengan telunjuknya. Namun tetap aku tak menghiraukan perintahnya. Memang tidak sopan, berbicara sambil tidak menatap lawan bicara kita. Namun hatiku sudah tidak kuat. Tuhan, kumohon.. cukup sampai sini saja… tiba-tiba kedua tabgannya merengkuh wajahku, membuatku menatapnya dengan keterpaksaan. Wajahnya yang tampan, menjadi sayu. Kupegang tangannya dan kulepaskan dari wajahku. Kusanggupkan diriku untuk menatap mata hazelnya itu.
“Ravan.. kau tau ? aku sangat mencintaimu. Sangat. Rasa ini, lebih dari yang kau rasakan. Ini semua kulakukan demi kebaikan kita. Maaf, aku tidak bias menemani setiap langkahmu lagi. Kuharap, ada wanita di luar sana yang lebih baik dariku :’) Yang ku inginkan hanya, kau tau bahwa aku mencitaimu, sangat. I loved ya ever more than ya know. Bye Ravan :’) “
Kutinggalkan Ravan sendiri di Rabierie Garden. Tak ku hiraukan Ravan berteriak memanggil namaku. Langsung ku stop taxi untuk kembali ke rumahku dari taman yang menyimpan banyak kenanganku dengannya itu. Sebaiknya aku membutuhkan waktu untuk menenangkan hatiku malam ini..
“Sir, tolong antarkan ke apartement Philophia”

___________________


Siluet cahaya masuk melalui celah rambu jendela dan ventilasi kamarku yang bernuansa biru pink. Ah, mengapa rasnya mataku berat sekali untuk dibuka ?  tak mungkin aku kurang tidur. Ku langkahkan kakiku menuju kaca close upku. ohMy… mataku sembab ! Pasti karena aku menangisi Ravan semalam. Ash, apa-apan aku ini. Sudahlah Ranee, dia itu bukan siapa-siapamu lagi.

____________________


“Hey, morning cutie !” sapa Tiffa dan Nolan.
“Yaaa..morning too my beloved friends J
“Hey, mengapa matamu sembab seperti itu ? Apa yang dilakukan Ravan padamu ?” Tanya Tiffa. Uuh, anak ini overprotective sekali padaku.
“Ash, taka apa. Tidak, dia tidak melakukan apa-apa. Aku yang melakukannya L” kataku tertunduk.
“Maksudmu ? Kami tak mengerti apa yang kau maksud.”
“Aku sudah tidak ada hubungan apa-apa dengannya”
“WHAT?!!” teriak mereka.
“Pssstt, don’t be loud ! sudahlah guys, aku tak ingin membahas lagi” kataku malas.
Aku pun meninggalkan kedua sahabatku yang terheran-heran ke lokerku. Ku ambil pelajaran yang ada pada jadwalku hari ini. OhMy… mengapa hari ini aku dapat satu kelas dengan Ravan ? :’( God, make me strong after lastnight, please…


2 tahun kemudian….


Yeaay ! Selesailah tugasku sebagai panitia ospek hari ini. Huff, melelahkan sekali ! Satu minggu menjaga dan memberi sedikit latihan mental pada siswa-siswa baru yang sekarang telah resmi menjadi mahasiswa.
“Ranee ! Areeana Zictyvictra Desendris !” kata seseorang memanggilku dari kejauhan. Wait wait… Apa yang orang itu katakan ? Areeana Zictyvictra Desendris ?! Mengapa dia tau nama tengahku dan..dan bisa mengucapkannya dengan lancer ? Padahal dosenku sekalipun hanya memanggilku Areeana Desendris dan Ranee. Mungkin kalian bingung darimana “Ranee” itu. Yah, “Ranee” kurancang sendiri dari “Areeana”. Namaku terlalu sulit -___-“ kembali ke orang itu. Seingatku hanya…hanya…dia…. Aku embalikkan badanku dan… Oh ! Tepat sekali ! Excelent untukmu, Areeana ! Dia…kembali…menghampiriku…. Ravan Julius Smith. Kuberanikan dan kutegarkan hatiku untuk menahn pedih mengapa ? Mengapa ia kembali ? Untuk apa ? Untuk apa dia kembali ? Dan ada apa ia menggandengseorang mehasiswa wnita baru padaku ? juga mahasiswa laki-laki baru ?
“Hai Areeana Zictyvitra Desendris :D Long time no see J
“Aah eumm.. ya. Hai juga, Ravan Julius Smith”
Ya, singkatnya ‘hai juga pacar pertamaku !’
“Perkenalkan, dia Angelina Secandic Ardelyaz”
“Hai ka’Ranee. I’m Angel. Nice to know ya J” sembari menampilkan senyum termanisnya, ia menjabat  tanganku.
“Ya Angel. Nice to know ya too. Emm ya, maaf Ravan. Sepertinya sebentar lagi aku ada kelas. Excuse me” kataku permisi. Tapi….
“Hei, jangan pergi begitu saja, nona” aa.aa.aa..dia..memegang pergelangan tanganku…jangan..jangan jatuh sekarang..kumohon..janganlah kau jatuh sekarang, air mataku..kumohon…dengan sangat..
“Perkenalkan juga, Ricko Apriliano. Dia bisa dibilang penggemar beratmu..haha :D”
“Oh hai Ricko. Nice to kow ya. Emm, all..excuse me..aku ada kelas sebentar lagi..maaf”
Kataku menghilang seenaknya saja .


__________________________


“Hei :D”
Suara seseorang mengagetkanku yang sedang bermain twitter melalui iPadku. Ya, aku tak ada kelas sebetulnya. Aku hanya ingin menghindar saja dari Ravan. Telebih lagi Angel menggelayutkan lengannya ke lengan Justin. Mengapa sampai  hari ini aku masih merasakan hal ini ?! OhGod…
“Eh ya. Hai juga Rick” sapaku melihatnya sepintas lalu kembali memandang iPadku.
“Hmm.. kau bilang kau ada kelas.. buktinya ?”
“Hahah ! hanya bercanda J” sahutku berbohong. Kebohongan yang sangat teramat besar.
“Baiklah ka’Ranee…”
“Ehm.. tak usah panggil dengan sebutan itu. Panggil saja Ranee”
“Ahya..emm ka’.. eh, maksudku..Ranee.. sedang apa kau ?” tanyanya sambil melongok menjulurkan lehernya untuk melihat apa yang aku lakukan bersama iPadku.
“Yah..bertwitter saja. Dan mempostinng sesuatu di blogku”
“Apa nama twittermu ?”
“@zictyvitranee”
“Oh baiklah. Follow back saja aku bila aku memfollowmu ya”
“Apa twittermu ?”
“@rickoliano”
“Done. Follow back jika kau berkenen J
“Certainly, sweetie”
“Haha apa sih kau itu !”


__________________


Waktu demi waktu kulalui… dengan Tiffany Meeya Kaprov dan Nolan Augustinus…bertemu dan menjadi teman baik dengan Ricko Apriliano..dan melihat hal yang bagus, hubungan antara Ravan Julius Smith dengan Angelina Secandyc Ardelyaz.. ya mereka baerpacaran sampai sekarang.. Kemesraan mereka yang terlalu di expose… Perhatian Ravan terhadap Angel yang begitu besar..
Tak seperti saat bersamaku. Dulu, Ravan hanya peduli saat aku bermasalah. Saat aku sakit pun jarang sekali ia menjengukku. Meneleponku ? Hah, hanya satu kali ! Apakah itu arti sesungguhnya ?! apa yang kalian pikirkan ? Tuluskah dia saat bersamaku ? Saat Areeana Zictyvitra Desendris dengan seorang Ravan Julius Smith yang melanjutkan pendidikan di Canada International University memiliki hubungan yang lebih dari teman dan sahabat … 2 years ago.. was my fairytale ever with him…


_________________


“It’s the most beautiful times of the year..
Lights feel the streets spreading so much cheer..
I shoulod be playing in the winter snow..
But Imma be Under the mistletoe.. 
I don’t want to miss out on the holiday..
But I can’t stop staring at your face..
I should be playinga in thae winter snow..
But Imma be Under the mistletoe..
With you, shawty with you..
With you, shawty with you..
With you, under the mistletoe…”
Malam natal ini, malam bersalju dan malam sukacita bagi sebagian besar warga Canada. Kunyanyikan salah satu lagu Justin Bieber itu di bangku depan Avon Theatre. Entah mengapa banyak yang mendengarkan ataupun melihatku. Tatapan mereka seperti terkagum-kagum haahaa :D. namun aku risih meraskannya, walaupun aku suka banyak yang meresppon suaraku malam ini. Aku pun pamit ke untuk meninggalkan tempat itu. Berjalan menyusuri jalan sekitar Canada yang ditutupi lembut putihya salju dengan berpakaian hangat berwarna ungu muda. Entah mengapa, dibandingkan hari-hari yang ku isi dengan rintihan sedih sakit hattiku sejak kemarin, hari ini adalah hari yang amat sangat teramat special untukku. Mungkin karena aku ulangtahun ? Yah, aku ulang tahun  hari ini J happy birthday to me ;).
Tanpa sadar aku mengunjungi tempat ini. Where’s me and Ravan make every moment here.. Seperti biasa, Rabierie Garden sepi. So alone but this place so beautiful. Sambil bermain-main dengan ponselku, aku melanjutkan nyanyianku tadi…
“Everyones gathering around thefire..
Chestnuts roasting like a hot July..
I should be chillin’ with my folks, I know
But Imma be under the mistletoe..
Words on the street Santa’s coming tonight..
Reindeers flying through the sky so high..
I should br makilg a list a know..
But Imma be under the mistletoe..
With you, shawty with you..
With you, shawty with you..
With you, under the mistletoe…”
“Aye love..
The wisw men follow the stars..
The way I followed my heart..
And it led me to a miracle..
Aye love..
Don’t you buy me nothing..
Your lips, on my lips..
There’s a very Merry Christmas..”
Su…suara it..ituu… Apakah ?!!
“HWA !” kataku berteriak kaget.
“Who’s ya ?” ulangku.
“Me ? I think ya already know me ;)”
“Just..Justin..Bieb..er ?” kataku gelagapan. Aku…aku..aku yakin bahwa dialah orangnya :D ! Dialah JUSTIN BIEBER ! :D
“Wanna sing with me tonight ?”
“But I can’t go anywhere tonight. Just here J
“That’s no problem J whwt about if we duet ?”
“Emm……”
“Please ? I wanna duet with my fans..”
“No, Justin.. She’s not belieber.. She’s selenator ;p” ucap seorang Barbie.
“y..you.. Selena Gom..ez ?’
Astaga ! Dalam waktu kurang dari 15 menit, aku sudah didatangi oleh kedua idola dan inspirasiku xD God really give a miracle for me tonight J. Aku hanya senyum-senyum sendiri hihihi ^^.
“So, siapa idolamu ? aku atau pacarku ?” kata Justin.
“Pasti aku. Iya kan ?” kata Selena.
“Baiklah… Aku mengidolakan kau, Selena..”
“Yeaayey ! Imma winner, you’re loser. Selly winner.. Justy loser hhahaha xD” spontan Selena menari-nari lucu hahah ;D
“tappi… Aku juga mengidolakanmu Justin J…”
“Yippiiiii ! Thanks my shawty :D”
“So, wanna duet ?” tawar Justin.
“I don’t think so I can xP” ucapku.
“Hw..why ?” ucapnya sedikit memelas.
“Cz I wanna trio ;) Aku ingin bertiga. Kita bernyanyi Under The Mistletoe dan Love You Like A Love Song. Please please please… Lalu kita berparty kecil-kecilan di rumahku cz today was my birthday.” Ucapku. Mereka saling bertatapan penuh arti. Lalu mereka saling senyum dan..
“Okey ! We’ll do for …”
“My Belieber…” ucap Justin
“And for my Selenator..” ucap Selena.
Tak tunggu lama, kami pun bernyanyi di salah satu bangku di taman itu. Sejenak..sejanek aku bisa melupakannya.. Walau takkan bisa kulupakan selamanya.. You’re my first love, Ravan Julius Smith.. I love ya more than ya know :* ♥
“Kiss me underneathe the mistletoe..
Show me baby that you love me so oh oh..”




                                                `~T H E E N D~`












ps : ini real story, cuman gue ganti tokohnya. Leave your comment here :) thx for reading, readers ^^



xoxo
.dhetaindraedwina~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar