It's over and I can forget you [oneshoot]
Pernahkah kau berpikir ?
Betapa sakitnya luka yg kau tanggalkan di hati ini.
Perih.. Sakit..
Hanya itu yang dapat ku rasakan..
Kau tau ?
Walau kau meninggalkan momen-momen indah, rasanya itu tak berarti saat terakhir kali kau meninggalkan rasa sakit yang ku terima ini
Pernahkah kau berfikir bagaimana sakitnya aku ?
Saat sendirian..menangis..mengurung diri..
Ku tak mampu, sungguh
Tak mampu menyakitimu kembali
Membalas dendam padamu
Ajarkanlah aku
Bagaimana kau membenciku
*******************************
Siluet cahaya masuk ke celah-celah jendela kamarku yg ku tutup dengan selambu putih tulang itu.
"Huaamm... Morning Talyscha" ucapku pada diriku sendiri.
Ku lihat jam dinding hijauku yg tergantung. Hmm.. Masih jam 7 a.m. Lebih baik aku mandi dan menyiapkan sarapan.
**
Huhh.. Sungguh sepi disini ! Aku bosan tinggal di apartement. Yaa guys. Aku tinggal di apartement. Kau tau mengapa ? Orang tuaku sudah tiada. Aku sendiri di New York kini. Yaa, memang masih ada Aunt Acha, Aunt Tycha, dan Uncle Jacs..terutama Aunt Acha. Ia sudah membantu membayar iuran kuliahku. Namun aku tak ingin merepotkan mereka semua. Aku ingin mandiri.
Maka dari itu, aku mengambil kerja part time dan tinggal di apartement ini. Yaa, kerja. Untuk membiayai kebutuhan sehari-hari.
Hari ini aku kerja jam 9 a.m. Aku bekerja di Scheneider's Bakery. Toko roti dan kue yg terkenal di NYC.
***
"Pagi Celly. !"
"Eyyo ! Pagi juga Talyscha !"
Celly. Sahabat kerjaku yg paling tomboy.
*TING*
Ah, ada pelanggan masuk. Yaa, ada bel otomatis bila seseorang keluar atau masuk lewat pintu utama.
"Hey, Talyscha ! "
"Ohhai Selena ! Can I help you ?"
Selena. Ia sahabatku di kampus. Aku selalu bersama-sama dia. Namun sayang, rumah kami berjauhan.
"Yaa. I need your help. Bisakah aku memesan kue coklat berbentuk duck 30 buah dan kue keju berbentuk fish 30 buah ? Besok akan ku ambil di kampus. Bisa ?"
"Ohyaa. Ofcourse we can."
"Baiklah. Sampai bertemu nanti jam 1p.m ! Bye"
"Bye ! Terimakasih sudah mau datang"
Lalu, segera aku pergi ke dapur.
"Chef Cornel, tadi ada pelanggan memesan 30 buah kue coklat berbentuk duck dan 30 buah kue keju berbentuk fish. Diambil besok siang. Bisa ?" ucapku diambang pintu dapur.
"Okey. We can" kata Chef Cornel.
"Okey thanks !" kataku lalu kembali ke tempatku bertugas
**
2p.m at NewYorkUniversity..
"Baiklah. Materi untuk hari ini selesai. Sampai bertemu esok lusa. Bye"
"Bye Mr. Skandar"
Aah.. Materi biologi sudah selesai.. Sekitar satu jam lagi, ada mata kuliah musik. OhGoood ! Aku benci ! Mengapa ? Yaa ! Karena aku akan bertemu Justin Bieber ! Yg dulu menjadi kekasihku, dan kami menjadi the best couple. Tapi itu DULU ! Sebelum ia meninggalkanku dan lebih memilih bersama Demi Lovato. Yaa, sebenarnya bukan salah Demi. Namun Justin yg menduakanku setelah hubungan kami telah berjalan 1 tahun.
"Eyyo Talyscha Petrana McTacy !"
"Ah ! Selena, bisakah kau tak mengagetkanku ?"
"Apa iya aku mengagetkanmu ? Bukan kau yg tidak dengar dari tadi ku panggil-panggil namanya ? Hm ?"
"Ah, iyakah ?"
"Haish, melamun saja terus ! Ayo kita ke kantin ! Na paegopayo, Ta ! "
"Hey, sejak kapan kau ber'korea' ? "
"Sejak aku bertemu BoyFriend personil 1bulan lalu di Seoul. Aah, mereka imut-imut sekali Ta !"
"Yee. Gomawo ^^"
"Maksudku personil BoyFriend. Bukan kau ! Sudahlah. Kita ke kantin saja."
Aku berjalan menyusuri kelas-kelas dan...sampailah di kantin ! Eitss, ada apa itu di kantin ? Mengapa heboh sekali ?
"Cukup, Demi ! Tak butuh penjelasanmu, aku sudah cukup tau !"
"Tapi Just, aku dan Cody hanya teman. Ia sahabatku ! "
"Hah ? Apa kau bilang ? Sahabat ? Mengabaikan ajakan dinnerku dengan alasan tidak enak badan tapi faktanya kau berduaan dengannya di taman. Apakah itu sahabat ?"
"Ku mohon. Percayalah ! Itu tidak seperti rumor yg beredar ! Cody hanya menghiburku malam itu !"
"Cukup ! Mulai sekarang. Detik ini, we are OVER ! Aku memBENCImu !"
Astaga !!! Justin ?! Demi ?! YaTuhan, Justin ! Kau selalu saja salah paham ! Kau jahat !
Demi pun berlari menuju toilet wanita. Ku rasa hatinya sangat sakit, seperti yg kurasakan waktu itu.
"STOP MELIHATKU TERUS !!! MUAK AKU DENGAN TATAPAN KALIAN ITU !!!" gertak Justin marah sambil memukul meja yg ada di hadapannya. Aku semakin geram dengannya ! He's so terible !
"Lebih baik kita tidak usah makan di kantin. Aku membawa 3 potong sandwich. Lebih baik kita makan di taman saja." bisikku pada Selena seraya menarik lengannya menjauh dari tempat ini.
**
"Ta... Talyscha..."
Aku mendongak ke arah suara itu. Mengganggu suasana ceriaku dan Selena saja.
"K..kau ? Ada apa kau kesini ?"
"Umm.. Aku hanya ingin bicara. Bisakah 4 mata ?" kata Justin. Yaa orang yg menyakitiku dan temanku, Demi.
"Tak bisa. Aku tak ada waktu. Bicara saja sekarang." ucapku ketus.
"Umm.. Would you back to be my girlfriend ?"
WHAT ??
PLAAKKK !!!
Tangan mulusku mendarat di pipinya. Hah, rasakan !
"Hh, belum puaskah kau menyakitiku ? Belum puaskah kau membohongiku ? Belum puaskah kau melukai Demi tadi ?"
"Ta..Talyscha.. Kau..me..melihatnya ?" tanyanya gelagapan sambil memegangi pipinya bekas ku tampar tadi.
"Yaa ! Kau telah mengubah feelingku terhadapmu ! Kau tau ? Kau sendiri yg membuatku memBENCImu ! Aku MUAK dengan tampang sok setiamu itu !" ucapku lantang. Ku rasa semua mahasiswa yg ada melihat kejadian ini sekarang. "Ayo Selena. Lebih baik kita pergi sekarang."
"Dan juga ! Jangan kau buat, Selena sahabatku masuk dalam perangkapmu ! Ingat itu !" kataku memberitau Justin.
**
Half a year..at Indonesia..
"Hh.. Senangnyaa berlibur"
"Yaa tentu. Apalagi di Indonesia. Terutama Bali. Melupakan semuaaa masalah yg pernah ada"
"Hahaha ! Kau berlebihan, Talyscha Petrana McTacy !"
"Hah, biarlah, Sel ! Yeeaay, IM FREE ! Hahaha"
Aku sedikit berteriak di salah satu pantai di Bali malam ini.
"Hey girls, dinner !"
"Emhem, romance dinner" kataku dan Selena berbisik dan WINK ! mengedipkan mata.
Yaa. Kami double date. Selena dengan Joe. Dan aku dengan Greyson. It's so romantic double date dinner !
Dan, masalah Justin ? Hah, sudah kubuang jauh-jauh :D kini, hidupku tanpanya, semakin menyenangkan ;)
Hah, it's over guys ! Just forget about that ;)
-Talyscha Petrana McTacy-
Amanat : Jangan nuduh yg ngga2 sama seseorang. Apalagi sama yg spesial. Trus kalo udah ngomong 'ngga' ya 'ngga'. ngomong 'putus' ya 'putus. Jangan abis ngomong 'putus' trus nyakitin cewek baru trus bilang 'balikan yuk' ke mantan. Apalagi kalo mantan gasuka liat kejadian ga enak tadi (Talyscha liat Justin marah ke Demi). Itu amanatnya menurutku :)
Maaf kalau jelek. Im just amatir author. Like yg abis baca yaaa. Thx ^^
-dhetaindraedwinaayuelviera-
What's Going On Here ? Check This out !
Senin, 02 April 2012
I Love You But I Should Go..
biar kerasa bacanya xD sambil dengerin lagu Justin Bieber - Never Let You Go acoustic n BTR - WorldWide yaaw ;D *yg bersedia
yg gamau juga gapapaaaa :)
udah ga banyak cincong
cabut cyiiiiiiin xD
CHECKITOUT !!!
*****************************************************
It's like an angel came by
And took me to heaven
Cz when I stare in your eyes
It couldn't be better
Let the music blast, we gonn' do our dance
Bring the doubters on
They don't matter at all
Cz this life's too long and this love's too strong
So baby know for sure
That I'll never let you go
*PROK PROK PROK PROK*
Dia.. Sungguh keren !! Aku sungguh mencintainya, dari pandangan pertama. Mungkin itu aneh. Namun, ya . Inilah yg ku alami.
I love at first sight, with Justin Drew Bieber :)
"Haha thank you all" ucap Justin disertai tawa renyahnya. Senyum kecil nan manis disunggingkannya. Oh Tuhaaan dia membuatku meleleh.
Performnya malam ini sangat keren ! Ya, performnya. Well guys.. Malam ini Georgia Hollywood High School -sekolah kami- mengadakan sebuah acara. Mungkin bisa dibilang pesta kenaikan kelas dengan nilai di atas rata-rata yg didapat oleh aku dan teman-temanku semua. Mungkin ini berlebihan namun, yaa. Inilah kami :)
Justin pun turun dari panggung aula. Ditentengnya gitar kesayangannya itu. Dia berjalan ke utara.. Tepatnyaaa..
"Hai Jo" ucap Justin saat di depanku.
"Ohh.. Umm.. Hai Just" jawabku. Jujur saja, aku gugup namun senang setiap Justin berbicara padaku.
"Umm.. Bagaimana performku tadi ? Menurutmu ?" tanyanya padaku saat kami berjalan perlahan menuju tempat minuman. Hatiku berdebar-debar, jantungku berdetak tak karuan. God, jangan sampai Justin mendengar degupan jantungku ini.
"Well.. Menurutku, kau selalu menampilkan yg terbaik setiap perform"
"Kau... Yakin ?" ucapnya tiba-tiba mendekatkan wajahnya ke wajahku. Jarak antara wajah kami sudah tidak bisa dihitung inchi, sepertinya. Pasti hasilnya nol koma. Seketika aku merasakan wajahku memerah. Seperti kepiting yg sedang di rebus, mungkin ? Degupan jantungku semakin lama semakin cepat, sama seperti saat aku melihat hantu di tengah malam mungkin.
"I...i...iya...ya.." sahutku gugup. Sangat gugup !
Tiba-tiba saja Justin tertawa begitu keras, hingga teman-teman kami memindahkan pandangan mereka menjadi memandang kami -Aku dan Justin-. Aku yg mengetahuinya langsung menginjak jempol kaki Justin.
"Aaww !" rintihnya kecil.
Tak perlu menunggu lama teman-teman yg sepertinya mulai bosan memandang ke arah kami. Akupun meneguk minuman di gelas bening yg aku genggam sekarang.
"Emm, Jo. Ikut aku yuk." kata Justin.
Tanpa meminta persetujuanku, ia langsung menarikku. Huh, apa-apaan sih Justin ini !!
Kami pun tiba di suatu tempat. Taman belakang sekolah. Waaw, indah sekali. Walaupun terlihat simpel. Hanya ada lampu yg menerangi taman dan bangku taman yg ada disini, namun tak terlihat kesan gelap dan menakutkan.
Kami pun duduk di bangku taman yg ada disitu. Aku memandang langit. Banyak bintang disana, namun hanya 2 yg teramat terang. Sayang, kedua bintang itu berjauhan.
"Jo Camille Knight ?" panggil Justin mengagetkanku. Kurasa aku yg kaget. Dan Justin tidak mengagetkanku. Maksudku hanya perasaanku. Ma... Ash, lupakan !! Author berbelit-belit !
*Heh, shut up ! *author said.
"Ehem Just ?" balasku tanpa memandangnya.
"Aku ingin mengatakan sesuatu. Sebenarnya sudah lama ku pendam. Namun ku rasa, sekarang lah waktunya."
"Bicaralah"
Kini aku mulai menatapnya. Mata hazelnya.. Rambut blondenya.. Anting di telinganya yg memberikan kesan preman namun berhati baik.. Semuanya..
"Hhhh... Mungkin aku tak pantas mengucapkan ini semua.. Mungkin aku seperti matahari di siang hari yg tidak begitu diharapkan.. Tidak seperti matahari terbenam yg selalu ditunggu-tunggu walaupun ia tenggelam. Namun, yaa. Biarkan kata-kata ini keluar...dari hati"
"So ?"
"Jo Camille Knight.. Would you be my girlfriend ?"
DEG !?!
Tuhaan.. Lelaki yg kudambakan menyatakan cintanya dihadapanku..
"Aku--"
*Come they told me pa ra pum pum pum...
Astaga !! Mengapa juri Chemistry in the Cloudy Island harus menelfon sekarang ? Ya. Aku mengikuti audisi pemilihan original best soundtrack untuk buku Chemistry in the Cloudy Island.
"Who is ? "tanya Justin.
"Agen Chemistry in the Cloudy Island"
"Angkatlah."
**Phone Condo on**
Jo : yes ?
Agen : congratz Jo. Kau terpilih untuk mengisi suara di original best soundtrack film Chemistry in the Cloudy Island.
Jo : Really ?
Agen : ya. Kau akan pergi ke Indonesia 2 hari lagi. Kau akan disana sekitar 5tahun, itu juga dengan libur. Konfirmasikan esok. Im wait. Bye
Jo : oh umm okey. Bye
**Phone Condo off**
"What she says ?" tanya Justin dengan tergesa-gesa.
"Aku terpilih" ucapku lirih.
"And ?"
"Aku akan ke Indonesia.. Selama 5 tahun."
"WHAT ?"
"Maafkan aku Justin. Namun 1 yg harus kau tau. Aku mencintaimu, sangat. Apabila kau kuat berpisah denganku selama 5 tahun ke depan, aku terima. Aku janji. Aku akan setia"
"Baiklah. Aku berjanji aku akan selalu setia dan akan menunggumu kembali. Kalau perlu aku menyusulmu"
"Tidak usah. Baiklah, janji ?" ucapku.
"Janji" ucap Justin sambil mengaitkan kelingkingnya di kelingkingku.
Tuhaan.. Jangan habiskan malam ini dengan cepat.
Perlambatkanlah, Tuhan.
Aku mencintainya.
Sungguh mencintainya.
Biarkan suasana tetap seperti ini.
Hanya ada aku dan dia untuk sementara waktu.
************
"Jagalah dirimu disana baik-baik.." ucap Justin saat tiba di bandara padaku. Hari ini aku akan pergi ke Indonesia. Hh... Aku harus kuat..
"Tentu. Kau juga. Jangan sampai kau sakit. "
"Aku akan menelfonmu tiap malam. Menyanyikan lagu tidur untukmu"
"Aku akan mendengarkan album ini(My World 2.0) di setiap waktu sengganggku, hinggaaku tidur"
Sejenak kami bertatapan. Peluk langsung datang kepada kami. Lama kami berpelukan. Jangan.. Jangan lepaskan.. Jangan.. Aku ingin tetap seperti ini..
"Pesawat Garuda Airlanes no. 196 menuju Indonesia akan take off beberapa saat lagi" suara dari speaker itu menggema di bandara ini.
"Baiklah. Bye, Jo Camille Knight. Be careful ! Don't forget me ! I love youuuu !!" kata Justin seraya berteriak padaku yg berjalan menjauhinya perlahan dengan menoleh ke arahnya.
Im so sorry Justin. I love you but I should go :'(
Wait a minute before you tell me anything how was your day
Cz I have been missing you by my side
Did I awake you out of your dream
But I couldn't sleep
You calm me down
There's some hing both the sound of your voice
Yes, I may
Meet a million preety girls that know my name
But don't you worry
Cz you have my heart
-dhetaindraedwinaayuelviera-
yg gamau juga gapapaaaa :)
udah ga banyak cincong
cabut cyiiiiiiin xD
CHECKITOUT !!!
*****************************************************
It's like an angel came by
And took me to heaven
Cz when I stare in your eyes
It couldn't be better
Let the music blast, we gonn' do our dance
Bring the doubters on
They don't matter at all
Cz this life's too long and this love's too strong
So baby know for sure
That I'll never let you go
*PROK PROK PROK PROK*
Dia.. Sungguh keren !! Aku sungguh mencintainya, dari pandangan pertama. Mungkin itu aneh. Namun, ya . Inilah yg ku alami.
I love at first sight, with Justin Drew Bieber :)
"Haha thank you all" ucap Justin disertai tawa renyahnya. Senyum kecil nan manis disunggingkannya. Oh Tuhaaan dia membuatku meleleh.
Performnya malam ini sangat keren ! Ya, performnya. Well guys.. Malam ini Georgia Hollywood High School -sekolah kami- mengadakan sebuah acara. Mungkin bisa dibilang pesta kenaikan kelas dengan nilai di atas rata-rata yg didapat oleh aku dan teman-temanku semua. Mungkin ini berlebihan namun, yaa. Inilah kami :)
Justin pun turun dari panggung aula. Ditentengnya gitar kesayangannya itu. Dia berjalan ke utara.. Tepatnyaaa..
"Hai Jo" ucap Justin saat di depanku.
"Ohh.. Umm.. Hai Just" jawabku. Jujur saja, aku gugup namun senang setiap Justin berbicara padaku.
"Umm.. Bagaimana performku tadi ? Menurutmu ?" tanyanya padaku saat kami berjalan perlahan menuju tempat minuman. Hatiku berdebar-debar, jantungku berdetak tak karuan. God, jangan sampai Justin mendengar degupan jantungku ini.
"Well.. Menurutku, kau selalu menampilkan yg terbaik setiap perform"
"Kau... Yakin ?" ucapnya tiba-tiba mendekatkan wajahnya ke wajahku. Jarak antara wajah kami sudah tidak bisa dihitung inchi, sepertinya. Pasti hasilnya nol koma. Seketika aku merasakan wajahku memerah. Seperti kepiting yg sedang di rebus, mungkin ? Degupan jantungku semakin lama semakin cepat, sama seperti saat aku melihat hantu di tengah malam mungkin.
"I...i...iya...ya.." sahutku gugup. Sangat gugup !
Tiba-tiba saja Justin tertawa begitu keras, hingga teman-teman kami memindahkan pandangan mereka menjadi memandang kami -Aku dan Justin-. Aku yg mengetahuinya langsung menginjak jempol kaki Justin.
"Aaww !" rintihnya kecil.
Tak perlu menunggu lama teman-teman yg sepertinya mulai bosan memandang ke arah kami. Akupun meneguk minuman di gelas bening yg aku genggam sekarang.
"Emm, Jo. Ikut aku yuk." kata Justin.
Tanpa meminta persetujuanku, ia langsung menarikku. Huh, apa-apaan sih Justin ini !!
Kami pun tiba di suatu tempat. Taman belakang sekolah. Waaw, indah sekali. Walaupun terlihat simpel. Hanya ada lampu yg menerangi taman dan bangku taman yg ada disini, namun tak terlihat kesan gelap dan menakutkan.
Kami pun duduk di bangku taman yg ada disitu. Aku memandang langit. Banyak bintang disana, namun hanya 2 yg teramat terang. Sayang, kedua bintang itu berjauhan.
"Jo Camille Knight ?" panggil Justin mengagetkanku. Kurasa aku yg kaget. Dan Justin tidak mengagetkanku. Maksudku hanya perasaanku. Ma... Ash, lupakan !! Author berbelit-belit !
*Heh, shut up ! *author said.
"Ehem Just ?" balasku tanpa memandangnya.
"Aku ingin mengatakan sesuatu. Sebenarnya sudah lama ku pendam. Namun ku rasa, sekarang lah waktunya."
"Bicaralah"
Kini aku mulai menatapnya. Mata hazelnya.. Rambut blondenya.. Anting di telinganya yg memberikan kesan preman namun berhati baik.. Semuanya..
"Hhhh... Mungkin aku tak pantas mengucapkan ini semua.. Mungkin aku seperti matahari di siang hari yg tidak begitu diharapkan.. Tidak seperti matahari terbenam yg selalu ditunggu-tunggu walaupun ia tenggelam. Namun, yaa. Biarkan kata-kata ini keluar...dari hati"
"So ?"
"Jo Camille Knight.. Would you be my girlfriend ?"
DEG !?!
Tuhaan.. Lelaki yg kudambakan menyatakan cintanya dihadapanku..
"Aku--"
*Come they told me pa ra pum pum pum...
Astaga !! Mengapa juri Chemistry in the Cloudy Island harus menelfon sekarang ? Ya. Aku mengikuti audisi pemilihan original best soundtrack untuk buku Chemistry in the Cloudy Island.
"Who is ? "tanya Justin.
"Agen Chemistry in the Cloudy Island"
"Angkatlah."
**Phone Condo on**
Jo : yes ?
Agen : congratz Jo. Kau terpilih untuk mengisi suara di original best soundtrack film Chemistry in the Cloudy Island.
Jo : Really ?
Agen : ya. Kau akan pergi ke Indonesia 2 hari lagi. Kau akan disana sekitar 5tahun, itu juga dengan libur. Konfirmasikan esok. Im wait. Bye
Jo : oh umm okey. Bye
**Phone Condo off**
"What she says ?" tanya Justin dengan tergesa-gesa.
"Aku terpilih" ucapku lirih.
"And ?"
"Aku akan ke Indonesia.. Selama 5 tahun."
"WHAT ?"
"Maafkan aku Justin. Namun 1 yg harus kau tau. Aku mencintaimu, sangat. Apabila kau kuat berpisah denganku selama 5 tahun ke depan, aku terima. Aku janji. Aku akan setia"
"Baiklah. Aku berjanji aku akan selalu setia dan akan menunggumu kembali. Kalau perlu aku menyusulmu"
"Tidak usah. Baiklah, janji ?" ucapku.
"Janji" ucap Justin sambil mengaitkan kelingkingnya di kelingkingku.
Tuhaan.. Jangan habiskan malam ini dengan cepat.
Perlambatkanlah, Tuhan.
Aku mencintainya.
Sungguh mencintainya.
Biarkan suasana tetap seperti ini.
Hanya ada aku dan dia untuk sementara waktu.
************
"Jagalah dirimu disana baik-baik.." ucap Justin saat tiba di bandara padaku. Hari ini aku akan pergi ke Indonesia. Hh... Aku harus kuat..
"Tentu. Kau juga. Jangan sampai kau sakit. "
"Aku akan menelfonmu tiap malam. Menyanyikan lagu tidur untukmu"
"Aku akan mendengarkan album ini(My World 2.0) di setiap waktu sengganggku, hinggaaku tidur"
Sejenak kami bertatapan. Peluk langsung datang kepada kami. Lama kami berpelukan. Jangan.. Jangan lepaskan.. Jangan.. Aku ingin tetap seperti ini..
"Pesawat Garuda Airlanes no. 196 menuju Indonesia akan take off beberapa saat lagi" suara dari speaker itu menggema di bandara ini.
"Baiklah. Bye, Jo Camille Knight. Be careful ! Don't forget me ! I love youuuu !!" kata Justin seraya berteriak padaku yg berjalan menjauhinya perlahan dengan menoleh ke arahnya.
Im so sorry Justin. I love you but I should go :'(
Wait a minute before you tell me anything how was your day
Cz I have been missing you by my side
Did I awake you out of your dream
But I couldn't sleep
You calm me down
There's some hing both the sound of your voice
Yes, I may
Meet a million preety girls that know my name
But don't you worry
Cz you have my heart
-dhetaindraedwinaayuelviera-
Mom, I Wish You Were Here..
hari ini adalah hari spesial bagi mereka yg memiliki
namun tak sama halnya denganku
bunda, where are you ?
I miss you so
***********************
"Ya. Aku akan membuatkan ibuku cake coklat besok. Bagaimana denganmu, Janzy ?"
"Umm.. Yang terbaik pastinya"
Harusnya kau tidak menanyakan hal itu padaku, Sanza !! Aku bicara seperti itu karena...karena....karena aku terpaksa :(
Aku, Janzy Claren Willyana. Seorang gadis umur 15 tahun yg....kehilangan seorang ibu.
Ibuku kemana ? Ya, dia tewas saat menyebrang setelah membelikanku sebuah boneka. Aku sungguh teramat menyesal karena itu semua sebabku. Andaikan saat itu aku tidak memaksa Bunda, pasti itu semua tidak akan terjadi. Hah, aku bodoh, bukan ?! Ya, sangat. Sangat bodoh.
Esok, 22 Desember. Mungkin itulah hari spesial bagi mereka yg masih memiliki ibu.
"Mana ibumu, Janzy ?"
"Apa kau tak punya ibu ?"
"Hey, guys ! Janzy tak punya ibu !"
Panas telingaku mendengar ejekan mereka. Tak tahan lagi. Maafkan aku Bunda. Namun mereka sudah keterlaluan.
"SHUT UP YOU ALL !! YOU NEVER KNOW WHAT'S GOING IN MY LIFE !! I HAVE MOM ! Without Mom, I can't life ! Stupid ! My Mom is Super Girl I ever have. You never have to judge me about her !! Use your brain !! Stupid child !!" bentakku.
Seketika suasana menjadi hening di koridor sekolahku ini. Namun perlahan suara derap sepatu guru mendekat.
"Janzy Claren Willyana, ikut saya ke kantor" kata Mrs. Mandy.
Aku mengekorinya .
Tatapan seluruh murid tertuju padaku.
Aku hanya membalasnya dengan tatapan dan senyuman.... Tatapan dingin dan senyuman sinis...
"Sebenarnya apa yg terjadi, Janzy ? Jelaskanlah. " tanya Mrs. Mandy sesampainya di ruangan Headmaster, ruangannya.
Aku pun menceritakannya secara rinci. Tak terasa mataku mulai panas. Ya, air dari mataku akan tumpah.
Aku pun menunduk. Mengeluarkan setetes demi setetes air dari mataku. Bunda, maafkan Janzy . Janzy sudah tidak kuat lagi.
"Janzy, mungkin kau bisa menganggapku sebagai ibumu. Jika kau mau."
Seketika aku mendongakkan kepalaku. Dengan cepat ku hapus air yg tersisa di pipi.
Jujur, Mrs. Mandy mirip dengan Bunda. Namun, Bunda tetaplah Bunda. Bukanlah Mrs. Mandy.
Aku pun menjawab dengan senyuman.
****
"I'm sorry if I pushed you away
I just want you to know I miss you, and I want you to stay
And I dont care if I dont get
Anything all I need is you here right now
And Im sorry if I hurt you
But I know that all I want is you this christmas..
Happy mom day"
Kunyanyikan sepenggal lagu Justin Bieber yg sangat berarti bagiku dan Bunda. Ya, aku dan Bunda menyukai Justin Bieber.
Kini aku di makam Bunda. Tempat peristirahatan terindah bagi Bunda.
"Bunda, kubawakan sebuket mawar putih. Dan juga sebuah puisi"
Ucapku pada Bunda. Aku tau Bunda mendengar dan melihatku. Aku merasakannya . Walaupun ia tak menjawab.
Aku pun membacakan puisiku itu. Tak terasa air mataku tumpah, lagi.
Dengan cepat ku hapus air mataku.
Aku tau, Bunda sangat tidak suka melihat anaknya menangis.
Lalu, kertas berisi puisi tadi kutindih dengan buket mawar di rumah Bunda yg baru.
Tak lama angin sedikit kencang.
Kertas tadi terbang terbawa angin. Seketika angin kembali seperti biasa.
Bawalah puisi itu pada Bunda, angin, batinku.
Aku pun kembali ke rumah dengan menyenandungkan lagu Avril Lavigne- Wish You Were Here.
Bunda, I wish you were here again.
namun tak sama halnya denganku
bunda, where are you ?
I miss you so
***********************
"Ya. Aku akan membuatkan ibuku cake coklat besok. Bagaimana denganmu, Janzy ?"
"Umm.. Yang terbaik pastinya"
Harusnya kau tidak menanyakan hal itu padaku, Sanza !! Aku bicara seperti itu karena...karena....karena aku terpaksa :(
Aku, Janzy Claren Willyana. Seorang gadis umur 15 tahun yg....kehilangan seorang ibu.
Ibuku kemana ? Ya, dia tewas saat menyebrang setelah membelikanku sebuah boneka. Aku sungguh teramat menyesal karena itu semua sebabku. Andaikan saat itu aku tidak memaksa Bunda, pasti itu semua tidak akan terjadi. Hah, aku bodoh, bukan ?! Ya, sangat. Sangat bodoh.
Esok, 22 Desember. Mungkin itulah hari spesial bagi mereka yg masih memiliki ibu.
"Mana ibumu, Janzy ?"
"Apa kau tak punya ibu ?"
"Hey, guys ! Janzy tak punya ibu !"
Panas telingaku mendengar ejekan mereka. Tak tahan lagi. Maafkan aku Bunda. Namun mereka sudah keterlaluan.
"SHUT UP YOU ALL !! YOU NEVER KNOW WHAT'S GOING IN MY LIFE !! I HAVE MOM ! Without Mom, I can't life ! Stupid ! My Mom is Super Girl I ever have. You never have to judge me about her !! Use your brain !! Stupid child !!" bentakku.
Seketika suasana menjadi hening di koridor sekolahku ini. Namun perlahan suara derap sepatu guru mendekat.
"Janzy Claren Willyana, ikut saya ke kantor" kata Mrs. Mandy.
Aku mengekorinya .
Tatapan seluruh murid tertuju padaku.
Aku hanya membalasnya dengan tatapan dan senyuman.... Tatapan dingin dan senyuman sinis...
"Sebenarnya apa yg terjadi, Janzy ? Jelaskanlah. " tanya Mrs. Mandy sesampainya di ruangan Headmaster, ruangannya.
Aku pun menceritakannya secara rinci. Tak terasa mataku mulai panas. Ya, air dari mataku akan tumpah.
Aku pun menunduk. Mengeluarkan setetes demi setetes air dari mataku. Bunda, maafkan Janzy . Janzy sudah tidak kuat lagi.
"Janzy, mungkin kau bisa menganggapku sebagai ibumu. Jika kau mau."
Seketika aku mendongakkan kepalaku. Dengan cepat ku hapus air yg tersisa di pipi.
Jujur, Mrs. Mandy mirip dengan Bunda. Namun, Bunda tetaplah Bunda. Bukanlah Mrs. Mandy.
Aku pun menjawab dengan senyuman.
****
"I'm sorry if I pushed you away
I just want you to know I miss you, and I want you to stay
And I dont care if I dont get
Anything all I need is you here right now
And Im sorry if I hurt you
But I know that all I want is you this christmas..
Happy mom day"
Kunyanyikan sepenggal lagu Justin Bieber yg sangat berarti bagiku dan Bunda. Ya, aku dan Bunda menyukai Justin Bieber.
Kini aku di makam Bunda. Tempat peristirahatan terindah bagi Bunda.
"Bunda, kubawakan sebuket mawar putih. Dan juga sebuah puisi"
Ucapku pada Bunda. Aku tau Bunda mendengar dan melihatku. Aku merasakannya . Walaupun ia tak menjawab.
Aku pun membacakan puisiku itu. Tak terasa air mataku tumpah, lagi.
Dengan cepat ku hapus air mataku.
Aku tau, Bunda sangat tidak suka melihat anaknya menangis.
Lalu, kertas berisi puisi tadi kutindih dengan buket mawar di rumah Bunda yg baru.
Tak lama angin sedikit kencang.
Kertas tadi terbang terbawa angin. Seketika angin kembali seperti biasa.
Bawalah puisi itu pada Bunda, angin, batinku.
Aku pun kembali ke rumah dengan menyenandungkan lagu Avril Lavigne- Wish You Were Here.
Bunda, I wish you were here again.
-dhetaindraedwinaayuelviera-
p.s : cuman story ._. kalo ada kurang / sama nama, sorryy
Langganan:
Postingan (Atom)