Senin, 02 April 2012

Mom, I Wish You Were Here..

hari ini adalah hari spesial bagi mereka yg memiliki
namun tak sama halnya denganku
bunda, where are you ?
I miss you so




***********************



"Ya. Aku akan membuatkan ibuku cake coklat besok. Bagaimana denganmu, Janzy ?"
"Umm.. Yang terbaik pastinya"

Harusnya kau tidak menanyakan hal itu padaku, Sanza !! Aku bicara seperti itu karena...karena....karena aku terpaksa :(
Aku, Janzy Claren Willyana. Seorang gadis umur 15 tahun yg....kehilangan seorang ibu.
Ibuku kemana ? Ya, dia tewas saat menyebrang setelah membelikanku sebuah boneka. Aku sungguh teramat menyesal karena itu semua sebabku. Andaikan saat itu aku tidak memaksa Bunda, pasti itu semua tidak akan terjadi. Hah, aku bodoh, bukan ?! Ya, sangat. Sangat bodoh.

Esok, 22 Desember. Mungkin itulah hari spesial bagi mereka yg masih memiliki ibu.

"Mana ibumu, Janzy ?"
"Apa kau tak punya ibu ?"
"Hey, guys ! Janzy tak punya ibu !"

Panas telingaku mendengar ejekan mereka. Tak tahan lagi. Maafkan aku Bunda. Namun mereka sudah keterlaluan.

"SHUT UP YOU ALL !! YOU NEVER KNOW WHAT'S GOING IN MY LIFE !! I HAVE MOM ! Without Mom, I can't life ! Stupid ! My Mom is Super Girl I ever have. You never have to judge me about her !! Use your brain !! Stupid child !!" bentakku.

Seketika suasana menjadi hening di koridor sekolahku ini. Namun perlahan suara derap sepatu guru mendekat.

"Janzy Claren Willyana, ikut saya ke kantor" kata Mrs. Mandy.
Aku mengekorinya .
Tatapan seluruh murid tertuju padaku.
Aku hanya membalasnya dengan tatapan dan senyuman.... Tatapan dingin dan senyuman sinis...



"Sebenarnya apa yg terjadi, Janzy ? Jelaskanlah. " tanya Mrs. Mandy sesampainya di ruangan Headmaster, ruangannya.
Aku pun menceritakannya secara rinci. Tak terasa mataku mulai panas. Ya, air dari mataku akan tumpah.
Aku pun menunduk. Mengeluarkan setetes demi setetes air dari mataku. Bunda, maafkan Janzy . Janzy sudah tidak kuat lagi.

"Janzy, mungkin kau bisa menganggapku sebagai ibumu. Jika kau mau."

Seketika aku mendongakkan kepalaku. Dengan cepat ku hapus air yg tersisa di pipi.
Jujur, Mrs. Mandy mirip dengan Bunda. Namun, Bunda tetaplah Bunda. Bukanlah Mrs. Mandy.
Aku pun menjawab dengan senyuman.


****


"I'm sorry if I pushed you away
I just want you to know I miss you, and I want you to stay
And I dont care if I dont get
Anything all I need is you here right now
And Im sorry if I hurt you
But I know that all I want is you this christmas..
Happy mom day"
Kunyanyikan sepenggal lagu Justin Bieber yg sangat berarti bagiku dan Bunda. Ya, aku dan Bunda menyukai Justin Bieber.

Kini aku di makam Bunda. Tempat peristirahatan terindah bagi Bunda.

"Bunda, kubawakan sebuket mawar putih. Dan juga sebuah puisi"
Ucapku pada Bunda. Aku tau Bunda mendengar dan melihatku. Aku merasakannya . Walaupun ia tak menjawab.

Aku pun membacakan puisiku itu. Tak terasa air mataku tumpah, lagi.
Dengan cepat ku hapus air mataku.
Aku tau, Bunda sangat tidak suka melihat anaknya menangis.

Lalu, kertas berisi puisi tadi kutindih dengan buket mawar di rumah Bunda yg baru.
Tak lama angin sedikit kencang.
Kertas tadi terbang terbawa angin. Seketika angin kembali seperti biasa.
Bawalah puisi itu pada Bunda, angin, batinku.
Aku pun kembali ke rumah dengan menyenandungkan lagu Avril Lavigne- Wish You Were Here.
Bunda, I wish you were here again.








-dhetaindraedwinaayuelviera-







p.s : cuman story ._. kalo ada kurang / sama nama, sorryy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar